- Kategori : Makalah Current Issue EPID ( Microsoft Word)
- Kode : MCI EPID 2009-05-MW-006
- Judul : Kerupuk Limbah Kulit Sapi
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kerupuk merupakan sajian yang hampir selalu hadir dalam hidangan masyarakat Indonesia sehari-hari baik pada acara perayaan kecil maupun besar. Makanan ini dibuat dan bahan dasar berbagai macam bahan mulai dari tepung terutama terigu dan tapioka hingga kulit sapi, bumbu-bumbu, bahan tambahan penyedap dan bahan pewarna. Bahan dasar dan bahan tambahan tersebut di atas diaduk rata dan dibuat adonan, kemudian dimasak, selanjutnya adonan dibentuk menurut selera pembuat, dikeringkan di bawah panas matahari atau lemari panas, dan siap untuk dipasarkan. Komoditi yang sudah kering kemudian digoreng untuk dikonsumsi.
Krupuk umumnya diproduksi industri rumahan (home industry), industri skala kecil formal dan non-formal, dalam bentuk dan jenis yang beraneka ragam .
Hasil penelitian komposisi zat gizi krupuk yang terbuat dari bahan tepung utamanya tepung terigu dan tapioka, diperoleh umumnya menunjukkan kandungan hidrat arang per 100 gram yang tinggi dibandingkan dengan kandungan protein per l00 gram yang sangat rendah yakni antara 85,81 g sampai 74,46 g untuk hidrat arang dan 0,03 g–8,90 g untuk protein. Sebaliknya pada krupuk yang terbuat dari olahan kulit sapi didapatkan pada kerupuk kulit yang mengandung protein antara 80,0 1g – 82,91 g per 100 g. Satu hal menarik mengenai nilai gizi kerupuk dapat dikemukakan tentang kadar lemaknya setelah digoreng yang meningkat sampai 20–30 kali. ini penting artinya, karena dengan mengkonsumsi kerupuk maka konsumen tertentu akan memperoleh masukan minyak dalam jumlah relatif tinggi secara tidak sengaja yang besar manfaatnya bagi kebutuhan mereka. Dari aspek ekonomi produksi kerupuk kulit meningkatkan nilai tambah kulit, setelah menjadi kerupuk.
Di samping diolah para pengusaha sepatu atau tas maupun jaket, kulit sapi juga diolah menjadi makanan ringan seperti kerupuk kulit . Meningkatnya permintaan masyarakat, keadaan perekonomian yang serba sulit serta pengusaha yang tak mau rugi mendorong para penjual memanfaatkan situasi dengan melakukan berbagai penyimpangan yang salah satunya yaitu dengan mengolah kembali kulit sapi yang awalnya di pergunakan sebagai bahan baku pembuatan sepatu atau tas maupun jaket menjadi bahan olahan makanan ringan, khususnya kerupuk. Hal ini tentunya akan memberi dampak terhadap kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi kerupuk yang berbahan baku limbah kulit pembuatan sepatu atau tas maupun jaket . Oleh karena itu penulis membuat makalah dengan judul “ kerupuk limbah kulit sapi”.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana kandungan zat yang terdapat pada kerupuk dari kulit sapi .
2. Apa saja dampak yang dapat di timbulkan bila mengkonsumsi kerupuk dari kulit sapi.
3. Bagaimana upaya yang di lakukan pemerintah dalam menanggulangi masalah kerupuk dari limbah kulit sapi.
Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui kandungan zat yang terdapat pada kerupuk dari kulit sapi
2. Untuk mengetahui dampak yang di timbulkan bila mengkonsumsi kerupuk kulit dari limbah kulit .
3. Untuk mengetahui upaya yang di lakukan pemerintah dalam menanggulangi masalah kerupuk kulit yang terbuat dari limbah kulit .
Daftar Pustaka : 5 (1999)
Kata Kunci : Kerupuk Limbah Kulit Sapi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar